Tampilkan postingan dengan label Tentang Dimas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Dimas. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 10, 2007

Dimas.... Amazing !!


Saya bukan orang yang mudah jatuh cinta. Saya bukan orang yang mudah percaya sama orang lain. Dan saya bukan pula orang yang gampang terpikat. Saya juga tidak pernah menjadi anggota milis fans apapun. Saya selalu merasakan suatu hal yang teramat silly jika ada orang yang sebegitu sukanya dengan seseorang, bahkan terhadap seseorang yang dia tidak kenal, misalnya saja suka dengan artis tertentu. Saya sebetulnya memang penonton Indonesian Idol (II), tapi bukan penggemarnya. Saya tidak terlalu mengikuti II dari yang pertama sampai yang ketiga. Namun, ternyata … II yang keempat ini … mampu membuat saya merasakan sesuatu yang beda!!

Suatu waktu, saya kebetulan menonton II4, pada saat tayangan audisi. Di situ lah pertama kali saya melihat Dimas. Pada saat itu, saya belum tahu namanya, namun penampilan pertamanya mampu menyedot perhatian saya, selain karena memang kontestan lainnya tidak ada yang menarik di mata saya. Kemudian secara kebetulan, semua orang rumah saya suka nonton II, jadinya yaa …. saya terpaksa ikutan nonton II juga deh…. (suara terbanyak, boo…!!), karenanya saya selalu “menemukan” Dimas di tayangan II tersebut. Pada saat saya nonton II, saya selalu senang kalau Dimas disorot, apalagi memang penampilannya bagus, jadinya yaaa… saya berlipat-lipat deh senengnya!! Oh ya, sampai saat itu, saya masih belum tahu namanya. Baru deh pada babak pra Spekta I (Workshop I), saya tahu kalau cowok yang menarik perhatian saya itu namanya Dimas. Waktu itu dia kontestan pertama …. atau kedua … (saya lupa!!) yang tampil. Hmm… menonton Dimas, saya makin gregetan dengan suaranya dan penampilannya yang maksimal…. tetapi ternyata bukan cuma saya aja yang gregetan, Indra Lesmana sang juri pun ikutan gregetan, sampai-sampai dia berkomentar …. “Dimas kamu layak di 2 besar”, huaa… senangnya!! Sayangnya, pada babak pra Spekta II, dia tersisih. Saat itu, saya cuma bisa sinis kepada orang Indonesia …. biasalah, orang Indonesia selalu terpesona dengan tampang, bukan potensi!! Saya cuma bisa skeptis dengan tayangan reality show, namanya juga SMS, kontes popularitas bukan kontes bernyanyi!! Sejak saat itu saya jadi malas menonton II. Sampai suatu saat, anak buah saya bilang, kalau Dimas dapat Wildcard untuk bisa masuk menjadi 12 besar II4, bersaing dengan Benny. Akhirnya saya semangat lagi deehh.... apalagi kemudian Dimas lolos ke Spekta, menjadi 12 besar II4! Duuhh… senengnyaa… !!

Saya selalu semangat nonton II4, apalagi pada saat Dimas tampil, sampai-sampai saya tidak maksimal menonton performance nya Dimas karena keasyikan ngirim SMS…. he…he… Well, sejak saat itulah … sejak adanya Dimas di Spekta II4 …. membuat saya benar-benar terpikat akan sosok Dimas, rela buang-buang pulsa untuk mendukung seseorang yang bahkan saya tidak kenal, pulang tenggo dari kantor setiap hari Jumat hanya untuk nonton Dimas di TV (jam kerja saya paling cepet itu jam 10 malem lohh… hehe….), browsing milis Dimas di internet dan submit jadi anggotanya. Saya bahkan merendahkan harga diri saya sendiri untuk nelfon sepupu saya yang kerja di RCTI untuk bisa nonton Dimas secara live (secara sepupu saya tahu saya bukan pecinta reality show…. hm… cenderung skeptis lagi deh) dan hal yang paling ajaib menurut saya adalah saya ikutan kopi darat dengan temen-temen milis nya Dimas dan sesama fans Dimas…. apalagi ketemu sama Dimas pula….. huaaa… amazing!! Semua orang yang kenal saya pasti heran. Pacar saya (kita udah jalan sekitar 5 tahun) yang paling heran. Pekerjaan saya sangat menyita waktu, dan saya selalu merasakan kelelahan kalau harus pulang dan pergi naik angkutan umum, karena pacar saya tidak selalu sempat menjemput saya, namun... demi Dimas ... saya rela membagi jatah naik taksi saya untuk mengirim SMS buat dirinya setiap hari Jumat.

Bukan tampangnya Dimas yang bikin saya SMS-in Dimas (Dimas memang manis tapi itu bonus), tapi suaranya yang unik, gaya menyanyinya yang khas, koreonya yang Dimas banget yang bisa... dan untuk penyanyi semuda dia, mentalnya Dimas betul-betul mendekati sempurna. Apalagi setiap pilihan lagu yang dibawakan Dimas di Spekta merupakan lagu-lagu kesukaan saya (Pangeran Cinta, Angin, Kasih Tak Sampai, Tentang Kita, Cerita Lalu nya Bunglon), cuma lagu "Cinta" aja yang sebetulnya sebelumnya saya kurang suka, tapi setelah dinyanyikan Dimas dengan karakter dan ciri khasnya Dimas yang kuat banget, saya jadi suka banget!! Bagi saya dan fans Dimas lainnya, lagu apapun kalau dinyanyikan oleh Dimas, akan menjadi berubah rasanya, menjadi yummii..... kita akan selalu bisa merasakan feel Dimas di setiap lagunya. Selain itu, seperti saya sudah sebutkan sebelumnya, mental Dimas yang cukup teruji, sangat mengagumkan bagi saya dan fans Dimas lainnya. Dimas adalah anak yang tangguh! Siapa sih anak Idol yang selalu ada di bottom 2? Siapa sih anak Idol yang selalu dihujat di Forum? Tapi... pernah ngak terlihat kekecewaan di wajahnya? Pernah ngak lihat dia menangis karena harus meninggalkan panggung? Well, kita sudah tahu jawabannya kan? Apalagi ternyata setelah kenal Dimas lebih dekat, saya semakin terpikat dengan kepribadiannya yang tenang. Dia orang yang sangat tenang dalam menghadapi masalah. Dari salah satu pembicaraan dengan dirinya, Dimas sempat mengungkapkan kepada saya, bahwa dia selalu menganggap masalah besar menjadi kecil, masalah kecil menjadi tidak ada, dan yang tidak ada dipertahankan. Dengan cara seperti itu dia bisa menghadapi setiap masalah dengan kepala dingin. Dimas juga sosok yang humble dan low profile. Kata teman-teman Dimaszholics lainnya, Dimas adalah rocker yang sholeh ... he..he.. rocker yang ngak pernah ninggalin shalat, rocker yang bahkan tidak merokok! Dimas adalah rocker yang santun, yang tidak malu untuk mencium tangan orang tuanya didepan banyak orang. Itulah Dimas!!

Saya yakin kok Dimas bisa maju di industri musik Indonesia. Dengan kualitas bernyanyinya, kualitas mental dan kepribadiannya, kualitas penampilannya, serta kualitas imannya… rasanya Dimas pantas ada di jajaran atas penyanyi pria Indonesia…. paling tidak lihat satu atau dua tahun lagi lah…. asalkan Dimas terus berusaha... dan tidak berubah .... begitu ya, Dek…. ??!!


===== Ditulis oleh : Dewi =====

Selasa, Agustus 07, 2007

The Reason ‘n Raise Writing


Mungkin, di antara anggota Dimazholics lainnya, cuma saya dengan alasan yang sangat-sangat subyektif kenapa saya menyukai Dimas. Tapi, bukan itu yang akan saya bahas dan tentu saja bukan itu yang kalian harapkan dari tulisan ini.

Dari alasan yang subyektif, mengantarkan saya ke gerbang obyektifitas. Karena kesubyektifan membuat saya tidak puas, maka saya terus mencari dan mencari hakikat kenapa seorang Dimas layak untuk disukai.

Terus terang, tidak ada yang membuat saya tergugah menyukai seorang pun peserta Indonesian Idol dari season 1-3 kemarin, kecuali Dimas di season 4 ini. Ini pasti si subyektif. Sementara, ternyata si obyektif lebih banyak saya ketahui belakangan.

Satu, suaranya mempunyai ciri khas. Sekali didengar, tipe suaranya akan langsung membekas dan kemudian gampang dikenali sebagai suara seorang Dimas. “Ala Dimas”, mengutip komentar Indra Lesmana setelah dia menyanyikan Cerita Lalu, di malam spektakuler terakhir yang dia ikuti, sebagai 6 besar Indonesian Idol. Indra Lesmana tidak mempermasalahkan kecocokan lagu ini bagi suara berpita tipis, seperti halnya juga pendapat Titi DJ, karena itu tadi, Dimas membawakannya ‘Ala Dimas’ sehingga masih saja enak untuk dinikmati.

Dua, dia berusaha dan terbukti bisa membawakan lagu dalam genre apa pun. Saya pikir, dia hanya mampu berlari di aliran musik rock, asal-muasal seorang Dimas. Tapi, dugaan saya terbantahkan setelah mendengar Cinta, Tentang Kita, dan Cerita Lalu yang masing-masing dipopulerkan oleh Krisdayanti-Melly Goeslaw, Kla Project, dan Bunglon. Bahkan saat Road Show Indonesian Idol di Bandung, tanggal 4 Agustus kemarin, berempat dengan Marsya, Fandy, dan Priska, Dimas membawakan dengan ceria lagu Dubidubae milik Gita Gutawa. Penonton, khususnya pecinta Dimas, boleh kecewa atas lagu yang dipilihkan untuknya itu. Tapi, tak bisa dipungkiri, itu memperkuat dan membuktikan kemampuannya bernyanyi. Dan harapan terbesar saya, itu bisa memperluas lagi, lebih dan lebih, kalangan peminat Dimas.

Tiga, faktor x yang dia punya. Dari wild card yang mengantarkannya masuk ke panggung spektakuler, dari posisi bottom three yang lima kali dia masuki, dari hinaan dan cercaan orang-orang yang tak ‘cocok’ dengan suara dan gayanya. Dia tetap eksis dan itu ditunjukkan lewat posisi yang diraihnya di Indonesian Idol 4 ini, berkat perkembangan olah vokalnya. Penggemarnya ada dan akan terus bertambah, berkat sikapnya. Kebaikannya, terpancar lewat mata saat dia menyanyi.

Setelah membaca tiga poin di atas, saya jadi ragu sendiri. Apakah mereka masih si obyektif, atau sudah bergabung bersama si subyektif sekarang? Entahlah…

Kalau boleh diibaratkan, Dimas serupa nasibnya dengan Sanjaya Malakar di American Idol 5. Underdog yang mampu membalikan posisi, seseorang yang tadinya dipandang sebelah mata, from zero to hero, tapi pelan dan pasti merambati puncak kesuksesan. Dalam wawancara-wawancara radio di sana, berdasarkan info seorang teman di Dimazholics, Sanjaya Malakar adalah orang yang banyak ditanyai selain Jordyn dan Blake tentunya. Yah... mau bagaimana lagi, ya, Dim… begitulah kalau bakat dan aura populer sudah melekat di dirimu, hehehe…

So… buat penggemar Dimas, yang percaya bahwa Dimas akan punya nama besar kelak, kita harus tetap percaya dan terus memberikan dukungan penuh buat Dimas. Untuk Dimas, tetaplah optimis dan tersenyum, karena Indonesian Idol hanyalah langkah awal memasuki dunia musik lebih jauh, halangan dan rintangan sekarang harus mampu kamu lalui dengan pandangan ke depan dan mimpi yang jangan sekali pun kamu lepas, sebab kamu tidak berakhir di sini…


===== Ditulis oleh : Fida =====

Senin, Agustus 06, 2007

"Dimas ... Hmmm...."


Maybe orang bertanya-tanya kenapa gue ngefans sama Dimas, kontestan asal Bandung.... well, kalo pun gak ada yang bertanya-tanya, gak apa-apa, baiknya gue kasih tau ajah.... (abis gimana dunk, pengen cerita sihh… !!! hehehe....).

Gue suka Dimas, pertama karena suara Dimas yang "ehm-ehm" alias "okeh pisan"... kedua karena kepribadian Dimas yang sopan dan menyenangkan, juga lucu; ketiga, karena Dimas cakep (maksud loe??!!), keempat karena Dimas penyayang binatang, kelima karena Dimas orang Bandung.. (Bo, nepotisme masih berlaku kan? hahaha...), keenam...ups.. kalo dijabarin satu-satu mah gak akan ada abisnya... heheh.. lanjut...

Gue suka Dimas sejak Dimas blom masuk babak Workshop (WS) Idol, masih di babak Audisi gitu.. waktu itu Dimas nyanyi lagu apa .... tau gue lupa, yang jelas suaranya kedengaran keren.... wah "one of the coolist contestant neh".... pikir gue saat itu. So, gue nungguin dengan penuh antusias, kali-kali ajah Dimas masuk 24 besar... THANK GOD, Dimas ternyata lolos... abis itu, komentar juri untuk penampilan pertama Dimas di WS juga cukup "RUARR BIASA"... Indra Lesmana bahkan memprediksi Dimas bisa maju sampai 3 besar spekta... "gak salah dah pilihan gue"... ujar gue saat itu sambil melirik boneka anjing gue (namanya Buldy), Buldy diem aja secara dia emang boneka.

Tapi kemudian, secara mengejutkan, Dimas gak lolos ke babak Spekta. Gue langsung males ngikutin Idol lagi, secara gak ada lagi kontestan yg gue support... tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, Dimas ternyata terpilih sebagai salah satu peserta wildcard (dan kemudian ngalahin Benny, kontestan cowo lain, dan maju ke babak spekta). Horeeeeeeeeeee...... senengnya....

Gue pun antusias lagi ngikutin Idol (dengan ditemenin Buldy lagi dongg).... Setelah terus-terusan nonton Idol berdua Buldy di rumah, akhirnya gue berpikir, kenapa juga gue engga bergabung sama temen-temen yang juga suka ama Dimas..... well, akhirnya dimulailah searching gue di thred Dimas di forum i-talk dan di milis Dimas....Dari sana juga akhirnya gue berkenalan, ketemu (dan kemudian bersahabat) dengan Mak Roro, Devi, Neri, Dewi, Fida, Rini (Asri), Dinda, Amel, May, Ani, Ani yg satunya lagi, Siti, Kang Andri, Kang Dadang, Bagas, Kang Dodi, Tika, Adam, Fitri dan yang laennya..... it's really nice 2 know all of u guyz... sumpe gue gak boong!

Mensupport Dimas pertama kali secara live di Bale Sarbini, sungguh berkesan bagi gue secara Dimas nyanyinya cool buanged... BO, DIMAS, BAWAIN LAGU "CINTA", LAGU FENOMENAL SEPANJANG MASA..... coba deh lo denger liriknya dikit: "Cinta, tegarkan hatiku...tak mau sesuatu merenggut engkau.. naluriku berkata, tak ingin terulang lagi, kehilangan cinta hati bagai raga tak bernyawa...." hohoho... keren kan?

Dimas, hmmm..... , kita menaruh harapan sama Dimas untuk terus eksis di industri musik tanah air... kita berharap Dimas bisa rekaman or something like that....

Jangan takut ngak punya pendengar ya Dimz, kita selalu ada.... kita ada disini untuk ngedengerin nyanyian kamu dan suara indah kamu ....


===== Ditulis Oleh : Atiqo Fianti =====

Senin, Juli 16, 2007

Tak Kenal Maka Tak Sayang ....


Dimas Mochammad Fadhillah lahir di Bandung pada tanggal 10 September 1986, dari pasangan H. Ruchiat Syaefudin dan Hj. Ika Surtika, dan merupakan anak ke-7 dari 7 bersaudara. Sejak kecil Dimas sudah tertarik pada dunia seni. Darah seninya diturunkan dari ibunya yang juga pernah menjadi penyanyi festival. Pada saat kelas 6 SD, Dimas kecil sudah bisa bermain drum. Seiring berjalannya waktu, sang ibu melihat potensi Dimas dalam bernyanyi dan memasukannya pada kursus vokal di Purwacaraka Bandung, hingga akhirnya Dimas mantap memilih jalan hidupnya sebagai penyanyi daripada seorang pemain drum. Dengan suara khasnya yang Rock, Dimas mengikuti berbagai lomba nyanyi dan band dan berhasil mendapatkan gelar juara. Dimas juga mempunyai grup band bersama teman-temannya dengan nama The Unique. Dengan pengalaman inilah Dimas mencoba kemampuannya untuk mengikuti ajang menyanyi spectakuler yang diadakan oleh RCTI yaitu Indonesian Idol guna menjadi seorang idola. Ajang ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dimana kekuatan SMS sangat menentukan keberhasilan seorang kontestan. Pada Indonesian Idol tahun 2007, Dimas yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Padjajaran Bandung, Fakultas Hukum, semester VI, meraih peringkat ke-6.

Tersisih di panggung spectakuler bukan berarti perjuangan dan karir Dimas berakhir begitu saja. Beberapa musisi dan penyanyi seperti Titi DJ, Anang Hermansyah, Indra Lesmana, Band /Riff, dan Kris Dayanti mendukung Dimas di ajang ini karena karakter suaranya yang memiliki ciri khas tersendiri dan sangat menjual. Berikut pernyataan dari beberapa juri yang dikutip dari berbagai media cetak dan elektronik :

http://www.seputar-indonesia.com
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/selebriti/dimas-tersisih.html


Dimas Tersisih
Minggu, 24/06/2007

DUKUNGAN ORANGTUA, Dimas menghampiri ibunya yang hadir di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (22/6) malam, kemarin.

Meski pasrah, Dimas sebenarnya masih berharap memiliki kesempatan bertahan. Namun apa daya, kali ini posisinya benar-benar tidak aman. Finalis asal Bandung ini pun harus tersisih.

Padahal pada spektakuler Jumat (22/6) kemarin, Dimas tampil tidak terlalu mengecewakan. Meskipun gagal tampil optimal akibat salah lagu, pemuda berusia 20 tahun ini tetap tampil percaya diri. Dia bahkan mampu menunjukkan karakter suara rock, walaupun sedang membawakan lagu berirama jazz.

Komentar juri pun masih bernada positif meski sebenarnya mereka kurang nyaman dengan penampilan Dimas malam itu. Pada spektakuler yang mengusung tema ”Malam Perkusi” itu, Dimas sengaja memilih lagu Cerita Lalu milik band Bunglon. Kendati karakter suaranya tak cocok untuk lagu tersebut, Dimas tetap nekat. Dimas ingin tampil beda dan menunjukkan sisi lain dirinya pada pentas spektakuler. Namun, usaha itu justru menjadi bumerang baginya.

”Saya tidak tahu kenapa dia memilih lagu itu. Lagu itu semestinya menjadi song list terakhir yang menjadi pilihannya. Untuk tema ini, saya berharap Dimas memilih lagu Santana atau Match Box 20,” kata juri Indra Lesmana. Namun, Dimas merasa kesalahan memilih lagu bukanlah penyebab kegagalan dirinya malam itu. Dia malah sangat yakin pada pilihannya itu. Apalagi Bunglon menjadi salah satu grup kesukaannya.

”Saya tidak menyesal membawakan lagu itu. Sejak awal saya memang ingin membawakan lagu itu. Selain ingin menampilkan sesuatu yang beda, saya juga mau mengangkat lagi ingatan orang terhadap grup ini. Sebab, menurut saya, grup ini sangat bagus,” tutur Dimas.

Mengenai kegagalannya, Dimas menganggap itu hanya masalah waktu. Selama ini dia pasrah. Sebab, dari tujuh kali spektakuler, namanya sudah lima kali masuk posisi tidak aman. ”Mungkin dari seluruh finalis Indonesian Idol, Dimas yang paling sering masuk posisi tidak aman. Itu sebabnya Dimas tidak terlalu kaget kalau malam ini harus pulang,” ujar pemilik nama lengkap Dimas Mochammad itu.

Meski harus pulang, potensi Dimas bukan berarti mandek begitu saja. Finalis yang menyukai musik Audio Slave dan U2 itu dinilai para juri memiliki potensi kuat menjadi bintang baru. Indra Lesmana bahkan secara terang-terangan mengakui sosok Dimas merupakan inspirasi baginya. Saat mendengar suara Dimas, baik saat di panggung maupun kala latihan, Indra selalu mendapat inspirasi lagu baru.

”Jujur saja, yang memberi inspirasi buat saya masih Dimas. Setiap kali saya mendengar dia bernyanyi, selalu memberikan inspirasi nada-nada untuk menciptakan lagu,” ujar musisi jazz yang sudah kenyang pengalaman di industri musik Indonesia itu. Selain Indra, Anang pun melihat Dimas sangat siap menjadi penyanyi rekaman. Kualitas suara, teknik, serta penguasaan diri mahasiswa semester enam Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung, itu sudah baik.

”Saya merasa Dimas memiliki potensi besar di industri rekaman. Tinggal bagaimana dia memperbaiki diri untuk lebih siap lagi. Sebab, industri rekaman jauh lebih berat dibandingkan apa yang dialaminya di kompetisi ini,” ujar Anang.

Bukan hanya juri yang menilai kualitas Dimas semakin baik. Orangtuanya pun berpendapat sama. Menurut sang ayah, H Ruhiyat Saifudin, penampilan Dimas sangat membanggakan. Terlebih lagi dengan semangat pantang menyerah yang terus dia tunjukkan.

Dimas yang sudah berkali-kali masuk posisi tidak aman, tetap tampil percaya diri. Sebelumnya dia bahkan nyaris gagal masuk spektakuler. Dimas gagal lolos secara langsung dari putaran workshop, tapi tertolong oleh tiket wildcard. ”Itu yang membuat kami bangga. Dimas punya mental yang sangat kuat. Mentalnya sudah teruji di ajang ini. Jadi, kalau dia harus pulang, kami tidak kecewa,” ujar Ruhiyat. Apa yang dilakukan Dimas setelah pulang, sepenuhnya diserahkan kepada sang anak. Meski begitu, Ruhiyat tetap berharap Dimas tak melupakan kuliah. (juni triyanto)


http://www.detik.com
http://www.detikhot.com/index.php/tainment.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/23/time/095904/idnews/796959/idkanal/231

Walau pesimis soal kemampuan, Dimas tak perlu ragu soal tawaran rekaman. Salah satu juri Indonesian Idol, Indra Lesmana mengaku tertarik untuk menggandeng kontestan asal Bandung ini ke dapur rekaman.

Menurut Indra, ketika Dimas bernyanyi sering muncul melodi-melodi dalam benaknya. Sampai saat ini Indra masih yakin kalau Dimas adalah salah satu peserta Idol yang akan diajaknya rekaman



http://www.okezone.com
http://www.okezone.com/index.phpoption=com_content&task=view&id=28699&Itemid=50

Dimas dilirik Indra Lesmana Masuk Dapur Rekaman
Finalia Kodrati - Okezone

JAKARTA - Meski tersingkir dari babak enam besar Indonesian Idol, bukan berarti karier Dimas di dunia tarik suara padam. Sebaliknya, Dimas dilirik Indra Lesmana untuk rekaman album.

"Kalau berandai-andai siapa yang akan saya ajak rekaman, saya tetap memilih Dimas karena saya senang mendengar Dimas menyanyi. Setiap mendengar dia bernyanyi, dalam pikiran saya selalu keluar ide melodi-melodi yang bagus dan rasanya sesuai bila Dimas yang menyanyikan lagu ciptaan saya," ujar Indra di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2007) malam.

Indra akan menggandeng finalis asal Bandung ini untuk menyanyikan lagu-lagu yang diciptakannya. Namun, mantan suami artis Sophia Latjuba ini tidak menjelaskan lebih lanjut kapan rencana rekaman tersebut dimulai.(ang)


Perjalanan Dimas dalam meniti karir juga mendapat dukungan dari para fans (penggemar) nya yang tergabung dalam DIMAZHOLICS. Guna mempererat tali persahabatan dan persaudaraan antar para fans Dimas maka dibuatlah sebuah mailing list, yang dapat dilihat di http://groups.yahoo.com/group/dimas_idol, di mana mailing list tersebut selain digunakan sebagai sarana silaturrahmi antar para fans Dimas, juga digunakan untuk memberikan masukan dan kiritikan untuk Dimas agar Dimas dapat terus berkarya dan mempunyai attitude yang baik sehingga disukai oleh banyak orang dari berbagai segmen dan berbagai usia. Dukungan dari para fans Dimas tersebut menjadi penyemangat bagi Dimas guna memberikan yang terbaik dalam perjalanannya di dunia tarik suara hingga dapat menghasilkan sebuah album rekaman, tentu saja dengan tidak melupakan tugas utamanya yaitu kuliah.


== Ditulis oleh : Mbak Roro, dan di edit dikit... sama Rini ==